WELCOME TO AHMAD YANI AIRPORTS

Profil

Pada mulanya Bandar Udara Ahmad Yani Semarang merupakan Pangkalan Udara Angkatan Darat. Sejalan dengan peningkatan frekuensi penerbangan sipil, maka untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan Bandar Udara Ahmad Yani di serahkan kepada PT. (Persero) Angkasa Pura I. Terhitung tanggal 1 Oktober 1995 kepemilikan dan pengopersian Bandara Ahmad Yani diserahkan pada PT. (Persero) Angkasa Pura I dengan pembinaan teknis tetap dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Sebagai pintu gerbang dan ujung tombak lalu lintas udara yang berlokasi di bagian barat kota Semarang.Posisi Bandara Ahmad Yani terletak antara garis 06.50-07.10 LS dan garis 109.35-110.50 BT,berbatasan dengan :

*Kabupaten Kendal di sebelah Barat

*Kabupaten Demak di sebelah Timur

*Kabupaten Semarang di sebelah Selatan

*Laut Jawa di sebelah Utara

 

Secara geografis kota Semarang memiliki potensi yang strategis,antara lain :

*Semarang sebagai Ibukota Jawa tengah,merupakan pusat pemerintahan.perkonomian,politik,sosial,budaya..

*Semarang yang bersebrangan dengan pulau Kalimantan,menyimpan potensi adanya hubungan transportasi udara antara pulau Jawa dengan pulau Kalimantan..

*Semarang merupakan titik persinggahan dari jalur penerbangan yang padat antara Jakarta dengan Surabaya...

Bandara Ahmad Yani mendapat status sebagai bandara internasional pada tanggal 31 Agustus 2004. 

Saat ini dalam sehari terdapat sekitar 70 penerbangan ke dan dari kota (direct), yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Denpasar, Banjarmasin, Pangkalan Bun dan Sampit serta penerbangan internasional ke Kuala Lumpur dan Singapura dengan rata-rata jumlah penumpang lebih dari 6.000 orang per hari.

 

 

Mengapa Memilih Bandara Ahmad Yani Semarang

1

Semarang yang bersebrangan dengan pulau Kalimantan,menyimpan potensi adanya hubungan transportasi udara antara pulau Jawa dengan pulau Kalimantan.

2

Semarang merupakan titik persinggahan dari jalur penerbangan yang padat antara Jakarta dengan Surabaya.

 

Sejarah

(Pesawat Fokker di lapangan terbang Simongan di tahun 1930-an)

Pada awalnya Bandara Achmad Yani adalah pangkalan udara TNI Angkatan Darat, dahulu lebih dikenal dengan Pangkalan Udara Angkatan darat Kalibanteng. Berdasarkan Surat keputusan bersama Panglima Angkatan Udara, Menteri perhubungan dan Menteri Angkatan darat tanggal 31 Agustus 1966, maka Pangkalan Udara AD diubah statusnya menjadi Pangkalan udara bersama kalibanteng Semarang. Namun karena peningkatan frekuensi penerbangan sipil, maka pada tahun 1 Oktober 1995, Bandar Udara Achmad yani Semarang menjadi salah satu Bandar Udara dibawah PT Angkasa Pura. Bandara Achmand Yani berubah menjadi bandara internasional pada tahun 2004 setelah Garuda Indonesia membuka rute Semarang-Singapura.